Langsung ke konten utama

Menjadikan hidup lebih hidup!

Ada sebuah iklan yang menjadikan kalimat ini sebagai jargonnya, “....membuat hidup lebih hidup!” Ungkapan ini mengandaikan bahwa ada hidup yang benar-benar hidup, dan ada hidup yang tidak hidup. Bahkan mungkin ada orang yang mati pada saat dia masih hidup! Dapatkan Anda merasakannya? Pernahkah Anda merinding oleh dinginnya hawa kematian dari seseorang yang tidak memiliki semangat hidup, dan sebaliknya, Anda bisa merasakan suatu energi kehidupan seakan mengaliri kehidupan Anda dari seseorang yang menghayati kehidupannya sebagai sebuah anugerah?

Jikalau Anda merasakan ada sesuatu yang salah dalam hidup Anda, marilah memeriksa apakah di dalam diri Anda yang selama ini terikat dan mati? Anda mungkin masih hidup, bernapas dan bergerak, tetapi jiwa Anda, semangat Anda, dan roh Anda mati! Demikian juga dengan impian-impian Anda, semangat, cita-cita, kerinduan-kerinduan, serta harapan-harapan akan masa depan.... Anda terikat oleh keyakinan negatif yang Anda tidak begitu mengerti asal dan bentuknya, namun Anda serasa sesak, terikat, sekarat, dan tidak mengalami kehidupan yang sebenar-benarnya......

Mujizat ketika Kristus membangkitkan Lazarus dari kematian, bukan hanya terjadi pada diri Lazarus, dan bukan hanya berlaku bagi mukjizat jasmaniah. Kristus adalah Tuhan yang bangkit. Dan Dia akan membangkitkan orang mati di antara orang-orang yang hidup – orang-orang seperti Anda dan saya, serta mereka yang hidup tetapi mati oleh karena tidak benar-benar hidup sebagaimana yang Tuhan maksudkan! Cobalah mengganti nama Lazarus dengan nama Anda. dengarkan suara Yesus yang memanggil Anda.... Letakkan nama Anda pada ayat itu, “Pak Budi, atau saudari Mery, marilah keluar.” (Yohanes 11:43)..... Keluarlah dari ikatan-ikatan yang menyesakkan Anda, keluarlah dari apapun yang menguburkan Anda! Adakah sesuatu yang menekan batin Anda? Adakah penderitaan yang menindih jiwa Anda? Dengarkanlah suara Yesus memanggil nama Anda, “Hei, keluarlah dari sana!” Tuhan telah memanggil Anda, namun Anda sendirilah yang harus memutuskan untuk keluar ataukah tetap tinggal di dalamnya!!

Terimalah kehidupan baru yang Allah tawarkan, maka Anda akan hidup benar-benar hidup! Bahkan hidup sampai selama-lamanya!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Benih Sang Kaisar

Kata orang, di dunia ini tidak ada tempat bagi orang jujur. Benarkah? Coba Anda simak kisah berikut ini... Konon, ada seorang kaisar yang ingin mencari penggantinya. Tetapi dia tidak mau memilih dari para pembantu dekatnya atau bahkan dari anak-anaknya sendiri. Ia melakukan sesuatu yang lain. Kaisar itu memanggil semua anak muda di kerajaannya untuk berkumpul, dan ia mengumumkan, bahwa ia akan memilih kaisar baru dari antara anak-anak muda itu. Mendengar itu, anak-anak muda itu pun terkejut bukan main! “saya akan memberi kalian masing-masing satu biji benih.” Lanjut sang Kaisar. “Ingat, hanya satu benih. Dan saya memberi kalian waktu satu tahun! Tahun depan, saya harap kalian datang kembali ke sini dan saya akan melihat apa yang sudah kalian hasilkan dari benih itu. Saya akan menilai tanaman yang kalian bawa. Siapa yang memiliki tanaman yang saya pilih, orang itulah yang akan menggantikan saya menjadi kaisar!” Di antara anak-anak muda itu, ada seorang anak bernama Ling. Ia pun pulang d...

Berhentilah Mengeluh; Mulailah Mengakui!

Siapakah yang tidak pernah mengeluh dalam hidupnya? Pada masa-masa sulit, kita lebih suka mengeluh daripada mengakui. Kita mengeluh karena pekerjaan yang terlalu berat, mengeluh karena kekurangan-kekurangan kita, mengeluh karena masalah yang terlalu banyak... Tetapi tahukah Anda, bahwa mengeluh hanya menghalangi mata kita untuk melihat masalah secara keseluruhan, sehingga menyulitkan kita untuk mencari pemecahannya? Mazmur 39, yang diberi judul “Mazmur minta tolong”, memberi kita teladan tentang bagaimana kita menghadapi kehidupan ini dengan tidak hanya mengeluh, melainkan dengan mulai mengakui..... Mengeluh dan mengakui adalah dua cara berbeda untuk menghadapi masalah-masalah dalam kehidupan ini. Apabila kita menghadapi masalah dengan mengeluh, maka seperti kata Pemazmur: Hati kita akan bergejolak, menyala seperti nyala api (Maz 39:4). Mengeluh, hanya akan membuat kita semakin gelisah dan tidak tenang. Namun, ketika kita mulai mengakui, seperti pemazmur yang mengakui betapa setiap...

Doa, Bukan Sekadar Meminta

Beberapa kali, keluarga kami mendapat undangan pernikahan yang mencantumkan tulisan yang berbunyi begini: Terima kasih bila Anda memberi uang bukan kado. Padahal dulu orang hanya akan berkata, kehadiran Anda adalah harapan kami, bukan hadiah Anda. Pada kalimat yang pertama, para tamu diundang seolah-olah hanya demi bingkisannya, tetapi pada ucapan yang kedua, benar-benar yang ditonjolkan bahwa yang diharapkan adalah agar para sanak dan kerabat turut merasakan sukacita yang kedua mempelai rasakan. Di sini yang dipentingkan adalah hubungannya, dan bukan pemberiannya. Demikian jugalah dengan Allah, Tuhan kita. Allah menjanjikan berkat-berkat bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya, tetapi yang Allah inginkan dari kita adalah hubungan. Allah memberi kita berkat-berkat, supaya kita datang kepada-Nya, mencari Dia, tapi bukan untuk mencari kekayaan atau berkat-berkat materi yang lebih banyak. Allah memberi kita berkat-berkat-Nya, karena Ia menginginkan suatu hubungan yang lebih berkualit...