Kata orang, di dunia ini tidak ada tempat bagi orang jujur. Benarkah? Coba Anda simak kisah berikut ini... Konon, ada seorang kaisar yang ingin mencari penggantinya. Tetapi dia tidak mau memilih dari para pembantu dekatnya atau bahkan dari anak-anaknya sendiri. Ia melakukan sesuatu yang lain. Kaisar itu memanggil semua anak muda di kerajaannya untuk berkumpul, dan ia mengumumkan, bahwa ia akan memilih kaisar baru dari antara anak-anak muda itu. Mendengar itu, anak-anak muda itu pun terkejut bukan main! “saya akan memberi kalian masing-masing satu biji benih.” Lanjut sang Kaisar. “Ingat, hanya satu benih. Dan saya memberi kalian waktu satu tahun! Tahun depan, saya harap kalian datang kembali ke sini dan saya akan melihat apa yang sudah kalian hasilkan dari benih itu. Saya akan menilai tanaman yang kalian bawa. Siapa yang memiliki tanaman yang saya pilih, orang itulah yang akan menggantikan saya menjadi kaisar!”
Di antara anak-anak muda itu, ada seorang anak bernama Ling. Ia pun pulang dan menanam benih itu pada sebuah pot. Setiap hari ia menyirami benih itu. Tiga minggu, kemudian dua bulan berlalu, tapi potnya masih kosong... Ling mulai risau. Sedangkan, teman-temannya sudah mulai ramai membicarakan keindahan tanaman mereka masing-masing. Enam bulan, sembilan bulan... Potnya masih juga kosong! Akhirnya, hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Semua orang datang ke istana sambil membawa tanaman mereka dengan bangga. Hati Ling ciut. Tapi atas dorongan ibunya, Ling tetap pergi ke istana meski potnya kosong.
Ketika Ling muncul di istana, semua orang menertawainya. Karena malu, Ling berdiri di belakang, paling sudut.... Ketika Kaisar berkeliling sambil memuji-muji keindahan semua tanaman yang ada, Ling gemetar, apalagi saat Kaisar melihatnya dengan potnya yang kosong. “Siapa namamu?” tanya Kaisar. “Nama saya Ling.” Terdengar gemuruh tawa anak-anak yang lain. Namun dengan tegas Kaisar menatap wajah Ling, lalu berkata, “Lihatlah, kaisar baru kalian. Namanya Ling!”
Apa yang terjadi rupanya? Ternyata, benih yang Kaisar bagikan setahun yang lalu itu adalah benih yang sudah direbus. Jadi memang tidak mungkin tumbuh. Kejujuran seperti yang dimiliki Ling, memang sudah langka, sudah dianggap rendah oleh banyak orang. Saudara, meski dunia menolak dan mengolok-olok orang yang jujur, namun ada satu yang menempatkannya pada posisi yang paling terhormat, yakni Allah!!
Di antara anak-anak muda itu, ada seorang anak bernama Ling. Ia pun pulang dan menanam benih itu pada sebuah pot. Setiap hari ia menyirami benih itu. Tiga minggu, kemudian dua bulan berlalu, tapi potnya masih kosong... Ling mulai risau. Sedangkan, teman-temannya sudah mulai ramai membicarakan keindahan tanaman mereka masing-masing. Enam bulan, sembilan bulan... Potnya masih juga kosong! Akhirnya, hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Semua orang datang ke istana sambil membawa tanaman mereka dengan bangga. Hati Ling ciut. Tapi atas dorongan ibunya, Ling tetap pergi ke istana meski potnya kosong.
Ketika Ling muncul di istana, semua orang menertawainya. Karena malu, Ling berdiri di belakang, paling sudut.... Ketika Kaisar berkeliling sambil memuji-muji keindahan semua tanaman yang ada, Ling gemetar, apalagi saat Kaisar melihatnya dengan potnya yang kosong. “Siapa namamu?” tanya Kaisar. “Nama saya Ling.” Terdengar gemuruh tawa anak-anak yang lain. Namun dengan tegas Kaisar menatap wajah Ling, lalu berkata, “Lihatlah, kaisar baru kalian. Namanya Ling!”
Apa yang terjadi rupanya? Ternyata, benih yang Kaisar bagikan setahun yang lalu itu adalah benih yang sudah direbus. Jadi memang tidak mungkin tumbuh. Kejujuran seperti yang dimiliki Ling, memang sudah langka, sudah dianggap rendah oleh banyak orang. Saudara, meski dunia menolak dan mengolok-olok orang yang jujur, namun ada satu yang menempatkannya pada posisi yang paling terhormat, yakni Allah!!
Komentar