Siapakah yang tidak pernah mengeluh dalam hidupnya? Pada masa-masa sulit, kita lebih suka mengeluh daripada mengakui. Kita mengeluh karena pekerjaan yang terlalu berat, mengeluh karena kekurangan-kekurangan kita, mengeluh karena masalah yang terlalu banyak... Tetapi tahukah Anda, bahwa mengeluh hanya menghalangi mata kita untuk melihat masalah secara keseluruhan, sehingga menyulitkan kita untuk mencari pemecahannya?
Mazmur 39, yang diberi judul “Mazmur minta tolong”, memberi kita teladan tentang bagaimana kita menghadapi kehidupan ini dengan tidak hanya mengeluh, melainkan dengan mulai mengakui..... Mengeluh dan mengakui adalah dua cara berbeda untuk menghadapi masalah-masalah dalam kehidupan ini. Apabila kita menghadapi masalah dengan mengeluh, maka seperti kata Pemazmur: Hati kita akan bergejolak, menyala seperti nyala api (Maz 39:4). Mengeluh, hanya akan membuat kita semakin gelisah dan tidak tenang. Namun, ketika kita mulai mengakui, seperti pemazmur yang mengakui betapa setiap manusia hanyalah kesia-siaan, bahwa betapa singkat dan hampanya usia kita di dalam dunia tanpa pertolongan Tuhan, maka kita telah melakukan langkah awal untuk memecahkan masalah kita. Sebab dengan mengakui kelemahan serta kekurangan diri, maka kita membuka diri kita untuk dibaharui dan sekaligus kita memberi ruang bagi Allah untuk memecahkan masalah kita.
Tidak bisa dipungkiri, banyak dari kita yang lebih suka bersembunyi di balik dalih bahwa masalahnya adalah karena kita ini adalah manusia yang tidak sempurna, penuh kelemahan. Jadi maklumlah kalau kita melakukan kesalahan serta kekeliruan... Sangat sulit bagi kita untuk mengakui dengan ksatria, bahwa inti permasalahan dalam hidup kita sesungguhnya adalah dosa dan pemberontakan kita sendiri kepada Allah.
Hanya oleh kesadaran untuk mengakui dosa-dosa kita yang memungkinkan pintu keselamatan bagi kita terbuka. Sebab Yesus pun telah menegaskan, bahwa Kedatangan-Nya adalah terutama untuk orang-orang berdosa, yakni orang-orang yang menyadari akan kelemahan serta dosanya (Markus 2:17). Karena itu, Saudara, akuilah dosa dan pemberontakan Anda terhadap Allah. Maka Allah pun akan menuntun kita pada suatu awal yang baru, yakni hidup baru di dalam kuasa, pengampunan, serta anugerah-Nya!
Komentar