Beberapa kali, keluarga kami mendapat undangan pernikahan yang mencantumkan tulisan yang berbunyi begini: Terima kasih bila Anda memberi uang bukan kado. Padahal dulu orang hanya akan berkata, kehadiran Anda adalah harapan kami, bukan hadiah Anda. Pada kalimat yang pertama, para tamu diundang seolah-olah hanya demi bingkisannya, tetapi pada ucapan yang kedua, benar-benar yang ditonjolkan bahwa yang diharapkan adalah agar para sanak dan kerabat turut merasakan sukacita yang kedua mempelai rasakan. Di sini yang dipentingkan adalah hubungannya, dan bukan pemberiannya.
Demikian jugalah dengan Allah, Tuhan kita. Allah menjanjikan berkat-berkat bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya, tetapi yang Allah inginkan dari kita adalah hubungan. Allah memberi kita berkat-berkat, supaya kita datang kepada-Nya, mencari Dia, tapi bukan untuk mencari kekayaan atau berkat-berkat materi yang lebih banyak. Allah memberi kita berkat-berkat-Nya, karena Ia menginginkan suatu hubungan yang lebih berkualitas, bukan sekadar hubungan antara si pemberi dan penerima.
Pemazmur dalam Mazmur 42:2 mengatakan: “...seperti rusa merindukan air sungai, demikian jiwaku merindukan Engkau ya Allah...”. Ini adalah ungkapan perasaan Pemazmur yang sungguh-sungguh menginginkan suatu hubungan dengan Allah lebih daripada apa pun.... Nah, pertanyaan yang penting bagi kita adalah, apakah kita sungguh-sungguh menginginkan Allah, ataukah kita sebenarnya hanya menginginkan pemberian-pemberian-Nya, atau merindukan berkat-berkat-Nya?
Pemazmur mengajak kita untuk masuk ke dalam suatu tingkatan doa yang lebih mendalam. Doa yang mengungkapkan kejujuran, serta kerinduan kita akan persekutuan yang dalam dengan Allah, dan bukan sekadar permintaan agar Allah memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang dapat memenuhi kepuasan sementara saja.
Apabila kita dapat menumbuhkan keinginan semacam ini, maka akan terbuka jalan bagi Allah untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan kita yang sesungguhnya. Allah akan menarik kita ke dalam kesatuan yang erat dengan Dia. Dan dalam persekutuan yang erat, saat kita telah menyerahkan segala sesuatu kepada Tuhan, maka kita tidak perlu kuatir akan apapun lagi! Sebab kita percaya, Allah akan bertindak demi yang terbaik bagi kita, serta membanjiri hati kita dengan damai yang melampaui pengertian kita!
Komentar