Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Renungan Harian

Mengampuni adalah Melupakan!

Seorang ibu berjalan tertatih-tatih menenteng belanjaannya dari pasar. Rumahnya sebetulnya bisa ditempuh dengan berjalan kaki, tetapi ia merasa tidak sanggup menempuhnya dengan beban yang seberat itu. Maka ketika sebuah mobil angkutan lewat, ia pun naik. Tetapi ia masih memangku semua belanjaannya itu dan mengeluh karena pahanya pegal. Kenapa tidak diletakkan saja, Bu? Tanya seorang perempuan muda. “Ah, repot kalau nanti mau turun harus memungutnya lagi satu per satu,” Jawab si ibu. Ini adalah seperti yang hampir kita semua lakukan. Kita sudah naik ke dalam kendaraan Anugerah Allah, kendaraan yang bertujuan untuk meringankan beban kita, tetapi kita masih menyusahkan diri dengan memikul beban kita itu. Kita tidak mau melepaskan semua persoalan-persoalan yang membebani kita dan menyerahkannya kepada Allah. Apakah beban yang paling memberatkan punggung hidup Anda? Rasa sakit hati atas kesalahan-kesalahan orang lain? Rasa bersalah kepada diri sendiri? Banyak orang yang tidak mau membuang s...

Doa, Bukan Sekadar Meminta

Beberapa kali, keluarga kami mendapat undangan pernikahan yang mencantumkan tulisan yang berbunyi begini: Terima kasih bila Anda memberi uang bukan kado. Padahal dulu orang hanya akan berkata, kehadiran Anda adalah harapan kami, bukan hadiah Anda. Pada kalimat yang pertama, para tamu diundang seolah-olah hanya demi bingkisannya, tetapi pada ucapan yang kedua, benar-benar yang ditonjolkan bahwa yang diharapkan adalah agar para sanak dan kerabat turut merasakan sukacita yang kedua mempelai rasakan. Di sini yang dipentingkan adalah hubungannya, dan bukan pemberiannya. Demikian jugalah dengan Allah, Tuhan kita. Allah menjanjikan berkat-berkat bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya, tetapi yang Allah inginkan dari kita adalah hubungan. Allah memberi kita berkat-berkat, supaya kita datang kepada-Nya, mencari Dia, tapi bukan untuk mencari kekayaan atau berkat-berkat materi yang lebih banyak. Allah memberi kita berkat-berkat-Nya, karena Ia menginginkan suatu hubungan yang lebih berkualit...

Berhentilah Mengeluh; Mulailah Mengakui!

Siapakah yang tidak pernah mengeluh dalam hidupnya? Pada masa-masa sulit, kita lebih suka mengeluh daripada mengakui. Kita mengeluh karena pekerjaan yang terlalu berat, mengeluh karena kekurangan-kekurangan kita, mengeluh karena masalah yang terlalu banyak... Tetapi tahukah Anda, bahwa mengeluh hanya menghalangi mata kita untuk melihat masalah secara keseluruhan, sehingga menyulitkan kita untuk mencari pemecahannya? Mazmur 39, yang diberi judul “Mazmur minta tolong”, memberi kita teladan tentang bagaimana kita menghadapi kehidupan ini dengan tidak hanya mengeluh, melainkan dengan mulai mengakui..... Mengeluh dan mengakui adalah dua cara berbeda untuk menghadapi masalah-masalah dalam kehidupan ini. Apabila kita menghadapi masalah dengan mengeluh, maka seperti kata Pemazmur: Hati kita akan bergejolak, menyala seperti nyala api (Maz 39:4). Mengeluh, hanya akan membuat kita semakin gelisah dan tidak tenang. Namun, ketika kita mulai mengakui, seperti pemazmur yang mengakui betapa setiap...

Baru Arak-arakan Saja!

Seorang anak lelaki dengan penuh semangat memberitahu ayahnya, bahwa hari Sabtu nanti akan ada pertunjukan sirkus di kota. Ia bertanya, “Apakah aku boleh pergi untuk menonton sirkus, Ayah?” Mereka adalah keluarga miskin, tetapi sang ayah merasa tidak sampai hati mengecewakan wajah yang bersinar-sinar penuh harap itu. Maka ia pun mengijinkan, dengan syarat anak itu harus menyelesaikan semua tugas-tugasnya. Dan anak itu pun langsung berlari dengan riang mengerjakan tugas-tugasnya.... Ketika hari Sabtu tiba, pagi-pagi sekali ia sudah siap. Ia mengenakan pakaian terbaiknya, sepasang pakaian satu-satunya yang biasa dipakainya ke Sekolah Minggu, lalu menghadap ayahnya. Sang ayah memberinya uang dua puluh ribu rupiah dan melepaskannya pergi. Anak itu demikian gembiranya sehingga ia berlari seakan-akan kakinya tidak menyentuh tanah. Sesampainya di perbatasan, ia bertemu dengan parade sirkus. Waow! Ia memandang arak-arakan parade itu dengan takjub. Belum pernah ia melihat keramaian seperti i...

Benih Sang Kaisar

Kata orang, di dunia ini tidak ada tempat bagi orang jujur. Benarkah? Coba Anda simak kisah berikut ini... Konon, ada seorang kaisar yang ingin mencari penggantinya. Tetapi dia tidak mau memilih dari para pembantu dekatnya atau bahkan dari anak-anaknya sendiri. Ia melakukan sesuatu yang lain. Kaisar itu memanggil semua anak muda di kerajaannya untuk berkumpul, dan ia mengumumkan, bahwa ia akan memilih kaisar baru dari antara anak-anak muda itu. Mendengar itu, anak-anak muda itu pun terkejut bukan main! “saya akan memberi kalian masing-masing satu biji benih.” Lanjut sang Kaisar. “Ingat, hanya satu benih. Dan saya memberi kalian waktu satu tahun! Tahun depan, saya harap kalian datang kembali ke sini dan saya akan melihat apa yang sudah kalian hasilkan dari benih itu. Saya akan menilai tanaman yang kalian bawa. Siapa yang memiliki tanaman yang saya pilih, orang itulah yang akan menggantikan saya menjadi kaisar!” Di antara anak-anak muda itu, ada seorang anak bernama Ling. Ia pun pulang d...

Siapa yang curang?

Pernahkah Anda mendapati bahwa Anda telah dicurangi atau ditipu orang? Bagaimanakah rasanya? Ada teman kuliah saya dulu, yang paling suka mencurangi orang. Bila ia ketahuan, dengan tanpa rasa bersalah ia akan tertawa terbahak-bahak. Sepertinya ia sangat menikmati kecurangannya itu, dan suatu kepuasan tersendiri baginya bila ia berhasil membuat orang marah atau kecele. Orang yang menjadi korban pun kadang-kadang hanya bisa tersenyum kecut.... Tapi, suatu hari ia mendapat batunya! Seseorang mencuranginya. Kami pikir, seperti biasa ia akan tertawa terbahak-bahak sambil mengakui kebodohannya. Tapi nyatanya, reaksinya sungguh di luar dugaan. Ternyata ia sangat marah! Memang begitulah manusia. Setiap kita ingin diperlakukan dengan yang terbaik, setiap kita ingin semua orang jujur terhadap kita, tetapi apakah kita selalu tetap baik dan jujur kepada orang lain? .... Ada kisah mengenai seorang pembuat roti dan seorang penjual mentega. Mereka bertetangga dan memiliki sebuah hubungan dagang yang ...

Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan!

Ada kisah mengenai sebuah keluarga yang hidup bahagia di sebuah kota kecil bernama Dakota. Meskipun kehidupan mereka sangat sederhana dan sang ibu tidak begitu sehat, tetapi para tetangga dapat melihat kemesraan kasih mereka, ketika ayah, Ibu dan kedua anak kecilnya berkumpul dan bersenda gurau di halaman rumah. Tidak jarang kehangatan keluarga itu mengundang senyum iri dari orang-orang lewat dan menyaksikan kebahagiaan mereka. Sampai suatu hari, entah siapa yang menghembuskannya, di desa itu tersebar fitnah yang mengatakan bahwa sang ayah tidak setia kepada istrinya. Fitnah itu akhirnya sampai ke telinga sang istri. Dan sang istri, akal sehatnya dikuasai oleh rasa cemburu sekaligus malu. Ia tidak tahan menanggung aib yang sebenarnya tidak ada.... Sehingga terjadilah peristiwa naas itu.... Pada suatu malam, ketika sang suami pulang ke rumah, tidak ada seorang pun yang menyambutnya di pintu, tidak ada senda gurau anak-anak, tidak ada bau harum masakan dari dapur – yang ada hanya rasa d...

Andai saja Aku Tahu

Suatu sore, saat hujan turun cukup deras, seorang ibu mendengar ada ketukan di pintunya. Rumahnya memang berada di dekat jalan, sehingga bila hujan-hujan seperti ini, ada saja orang yang singgah untuk berteduh. Dan itu membuatnya kadang-kadang jengkel, karena emper rumahnya menjadi kotor oleh lumpur di sepatu orang-orang itu. Dan...., kejengkelannya menjadi semakin besar ketika ia mendengar ketukan itu, “Apakah sekarang mereka mau masuk ke dalam rumah ini untuk berteduh?” gerutunya. Ibu itu membuka pintunya sedikit dan dengan kasar ia bertanya, “Apa yang Anda inginkan?” Di depan pintunya, berdiri seorang wanita setengah baya dengan titik-titik air di mantelnya, dan memohon, “Bolehkah saya meminjam payung?” “Tunggu sebentar,” ujar ibu itu. Lalu ia membanting pintu dan pergi mencari payung rusaknya. Payung itu sudah patah satu jerujinya dan berlubang-lubang. Dia membuka pintu sedikit dan menyorongkan payung itu. Wanita itu menerima payungnya, mengucapkan terima kasih dan meneruskan perja...

Wajah yang Baik dan Yang Jahat

Anda tentu sudah pernah melihat gambar Perjamuan Terakhir bukan? Itu adalah lukisan dari Seorang seniman terkemuka, yaitu Leonardo da Vinci. Lukisan itu memperlihatkan suasana Perjamuan Paskah yang terakhir kalinya yang Yesus lakukan dengan murid-murid-Nya sebelum Yesus ditangkap dan disalib. Kisahnya dapat Anda baca dalam Yohanes 13:1-30. Lukisan Leonardo itu telah ditirukan, dicopy dan disebarkan dalam berbagai versi ke seluruh dunia. Namun, ada satu kisah menarik di balik proses pembuatan lukisan itu. Konon, Leonardo menemui kesulitan untuk menggambarkan wajah Baik untuk Yesus dan wajah Jahat pada Yudas Iskariot..... Setelah lama mencari-cari, akhirnya dalam sebuah kebaktian di salah satu gereja di Roma, Leonardo melihat seorang anak muda anggota koor/paduan suara. Wajahnya lembut, bersinar-sinar penuh energi, dan memancarkan kasih yang memberi kehidupan. Anak muda itu bernama Pietro Badinelli. Tahun-tahun pun berlalu, Leonardo telah melukis wajah Yesus, juga semua murid, kecuali sa...

Tunggu, sebentar lagi!

Ini adalah kata-kata yang paling sering terdengar bila kita mengajak orang kembali ke jalan Tuhan, “Tunggu, sebentar lagi!” Waktu adalah sesuatu yang sama misteriusnya dengan masa depan. Anda mungkin tidak akan tahu apa artinya waktu semenit sampai Anda ketinggalan kereta karena terlambat satu menit. Saya pernah dengan penuh rasa kecewa memandangi bagian belakang bis favorit saya, sambil dalam hati saya mengumpat diri saya sendiri. Andai saya tidak kembali lagi untuk melihat tata rias saya, andai tadi saya tidak melambatkan langkah untuk memberesi isi tas saya penuh - pastilah bis itu bisa saya dapatkan. Padahal, kedua hal itu saya lakukan tidak lebih dari satu menit! Ketika terjadi peristiwa kebakaran Hotel di suatu kota pada dini hari tahun 1947, ada lebih dari 200 orang yang terluka parah, dan sekitar 60 orang korban jiwa. Dan di antara pada korban yang tewas itu, terdapat satu kisah tragis yang terjadi hanya beberapa menit sebelum kejadian. Sebelum api mengamuk, dari salah satu kam...

Tahun Yobel

“Gali lubang tutup lubang” adalah istilah yang pastilah tidak asing lagi di telinga kita. Seorang teman mengatakan, hampir tidak mungkin ia bisa menikmati gaji satu bulannya secara ful. Hari-hari yang paling ditunggu-tunggunya adalah hari ketika semua hutang-hutangnya terbayar lunas! Lebih baik lagi kalau hutang lunas tanpa harus membayar. Wah, tapi yang demikian itu serasa hanya ada dalam dongeng........katanya. Tetapi, tidak demikian halnya dengan umat Yahudi. Umat Yahudi memiliki tahun dimana semua hutang diputihkan. Tahun itu mereka sebut sebagai Tahun Yobel, yang diperingati setiap 50 tahun sekali. Dalam tahun itu, hutang-hutang dibatalkan, hukuman penjara dihentikan, tanah yang telah tersita atau tergadai dikembalikan kepada pemiliknya, dan setiap orang dari umat Israel saling menghapuskan kesalahan-kesalahan yang mungkin sudah tersimpan selama bertahun-tahun.... karena itulah maka Tahun Yobel ini juga mereka sebut sebagai tahun rahmat Tuhan. Wah, andaikan saja di negara kita pun...

Menjadikan hidup lebih hidup!

Ada sebuah iklan yang menjadikan kalimat ini sebagai jargonnya, “....membuat hidup lebih hidup!” Ungkapan ini mengandaikan bahwa ada hidup yang benar-benar hidup, dan ada hidup yang tidak hidup. Bahkan mungkin ada orang yang mati pada saat dia masih hidup! Dapatkan Anda merasakannya? Pernahkah Anda merinding oleh dinginnya hawa kematian dari seseorang yang tidak memiliki semangat hidup, dan sebaliknya, Anda bisa merasakan suatu energi kehidupan seakan mengaliri kehidupan Anda dari seseorang yang menghayati kehidupannya sebagai sebuah anugerah? Jikalau Anda merasakan ada sesuatu yang salah dalam hidup Anda, marilah memeriksa apakah di dalam diri Anda yang selama ini terikat dan mati? Anda mungkin masih hidup, bernapas dan bergerak, tetapi jiwa Anda, semangat Anda, dan roh Anda mati! Demikian juga dengan impian-impian Anda, semangat, cita-cita, kerinduan-kerinduan, serta harapan-harapan akan masa depan.... Anda terikat oleh keyakinan negatif yang Anda tidak begitu mengerti asal dan bentu...

Bebaskanlah dia!

Semua orang ingin bebas. Semua orang merindukan pengampunan dari kesalahan-kesalahan yang telah dibuatnya di masa yang lalu. Akan tetapi, tidak banyak orang yang mau dengan rela membiarkan orang lain menjadi bebas, bahkan banyak yang seolah-olah merasa puas bila melihat orang-orang tetap terikat dengan rasa bersalahnya, tertindih dalam beban kegagalan-kegagalannya. Satu pelajaran yang sangat menarik dapat kita petik ketika Yesus membangkitkan Lazarus dari kematian.... Kisahnya dapat Anda baca dalam Yohanes 11:1-44. Pada waktu Yesus memerintahkan untuk membuka kubur Lazarus, Marta, saudaranya, menyela dan berkata, “Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati”... Marta, sungguh-sungguh menangisi kematian saudaranya itu, tetapi ketika Tuhan mau mengembalikannya, ia menyela, “Wah, Tuhan, tunggu dulu. Tubuhnya sudah berbau.... kalau ia pulang, bagaimana aku nantinya? Adakah seseorang yang - ketika ia kembali ke dalam kehidupan Anda, Anda merasa harus berpikir dua kali untuk mener...

Perempuan tercantik

Siapakah perempuan tercantik yang pernah Anda kenal? Pertanyaan ini pernah diajukan oleh sebuah perusahaan kosmetika kepada seluruh penduduk kotanya dalam rangka mempromosikan produknya. Perusahaan itu meminta orang-orang mengirimkan foto wanita paling cantik yang mereka kenal berikut alasannya. Dari sekian ribu surat yang mereka terima, ada satu yang menarik perhatian mereka, yakni surat yang dikirimkan oleh seorang anak laki-laki dari keluarga yang telah pecah dan tinggal di lingkungan yang kumuh. Surat itu berbunyi demikian, “Seorang wanita cantik tinggal di dekat rumah saya. Saya mengunjunginya setiap hari. Dia membuat saya seperti anak yang paling penting di dunia. Kami bermain dam bersama dan dia mendengarkan setiap persoalan saya. Dia memahami saya. Setiap kali saya mau pulang, dia selalu mengatakan betapa bangganya dia terhadap saya..... Dan inilah foto wanita paling cantik di dunia itu. Saya berharap memiliki istri secantik dia.” Tahukah Anda bagaimanakah rupa wanita yang ia s...

Kisah si anak kerang

Ada kisah mengenai seekor anak kerang di dasar laut. Ia datang mengadu dan mengaduh kepada ibunya. Sebutir pasir tajam bagai sembilu, memasuki tubuhnya yang merah dan lembek. “Anakku,” kata sang ibu sambil mencucurkan air mata, “Tuhan tidak memberikan kepada kita – bangsa kerang – sebuah tanganpun, sehingga ibu tidak bisa menolongmu. Sakit sekali, ibu tahu anakku. Namun terimalah itu sebagai takdir alam. Jadi, kuatkanlah hatimu, Nak. Jangan lagi terlalu lincah. Kerahkanlah semangatmu untuk melawan rasa ngilu itu. tegarkanlah jiwamu untuk menanggung nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa engkau perbuat anakku,” bujuk ibunya dengan lembut namun pilu. Si anak kerang itu pun mencoba menuruti nasihat bundanya. Ada hasilnya memang, namun perih-pedih tak alang kepalang. Kadang-kadang di tengah erang kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Namun, tak ada pilihan lain. Ia harus terus bertahan. Dan dengan banyak air mata ia berusaha tegar, mengukuhk...

Waktu yang tepat

Suatu malam, seorang penginjil bermimpi. Dalam mimpinya itu ia melihat beberapa Iblis sedang mengadakan rapat kecil di neraka. Iblis-iblis itu rupanya sedang menyusun rencana bagaimana supaya orang-orang di bumi mengalami nasib yang sama seperti mereka: menjadi penghuni neraka! Si pemimpin rapat bertanya, “Apa usul kalian supaya dapat menarik manusia menjadi sahabat kita?” Iblis pertama mengusulkan: “Katakan kepada manusia, bahwa Alkitab bukanlah Firman Allah dan tidak perlu dipercayai.” Usul itu langsung disanggah oleh Iblis yang lain. “Ah..., itu tidak mungkin. Ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa Alkitab adalah Firman Allah....,” Wah rupanya setan pun percaya pada kebenaran Firman Allah, anehnya kok manusia banyak yang tidak percaya ya?! Dan Iblis itu melanjutkan, “Kalau usul saya... kita katakan saja bahwa Allah tidak ada, dan bahwa Kristus hanyalah manusia biasa yang baik hati, juga bahwa surga dan neraka sesungguhnya tidak ada!” “Hah!” Terdengar bantahan dari Iblis kecil deng...

Benar tetapi salah

Seorang buronan akhirnya ditemukan oleh seorang intel di sebuah warung. Intel tersebut menepuk pundak orang itu dan berkata, “Anda ditahan. Ikut aku!” Buronan itu terkejut bukan main, “Apa salahku?” bantahnya..... “Anda tahu kesalahan Anda. Anda melarikan diri dari penjara beberapa tahun yang lalu. Kemudian Anda berpindah-pindah tempat, dan akhirnya Anda tiba di tempat ini, Anda menikah dan bersikap sebagai orang baik-baik....” Jawab intel itu dengan tenang. “Kami telah melacak jejak Anda dan telah lama mengawasi Anda.” Buronan itu tidak bisa membantah lagi dan akhirnya menyerah. Kemudian ia berkata, “Tapi... sebelum saya ditahan, ijinkanlah saya pulang dulu untuk berbicara dengan keluargaku.” Permintaannya dikabulkan tapi tetap dikawal ketat...... Sesampainya di rumah, dengan sengaja laki-laki itu bertanya kepada istrinya di hadapan intel, “Saya seorang suami yang baik; Saya telah bekerja keras untuk menghidupi keluarga; dan saya tidak pernah menyakitimu dan anak-anak, bukan?” Istriny...

Hal besar itu dari yang kecil

“Sekolah Alkitab Moody” di Chicago, Amerika, yang telah banyak menghasilkan hamba-hamba Tuhan yang berdedikasi tinggi pada pelayanan Injil, memiliki sejarah yang cukup menarik. Suatu hari, seorang petani datang berkunjung ke sekolah itu. dan meminta izin untuk melihat-lihat sekolah tersebut. Meskipun petani itu orang asing dan berpakaian sangat sederhana, tetapi setiap orang memperlakukannya dengan baik dan sopan. Hal itu rupanya membuatnya sangat terkesan, sehingga beberapa waktu kemudian mereka menerima sepucuk surat dari petani itu beserta check seharga 20.000 dolar, atau sekitar 200 juta rupiah! Bayangkan. Semua orang tidak menyangka! Bahkan mereka berpikir petani itu tidak punya cukup uang untuk membeli makan malamnya. Tetapi, karena pada dasarnya penghuni sekolah itu telah setia terhadap hal-hal kecil dan mempraktekkan kasih Kristus dengan sungguh-sungguh, maka mereka tidak pilih kasih dalam berbuat baik, dan akhirnya mereka memperoleh berkat yang besar. Memang hal-hal besar haru...

Mengapa masih harus berdoa?

Mungkin Anda pun pernah berpikir atau bertanya demikian, mengapa kita masih harus berdoa? Bukankah Tuhan Mahatahu segalanya? Bukankah Tuhan sudah mengerti kebutuhan kita bahkan sebelum mulut kita mengucapkannya? Kenapa Tuhan tidak memberikannya saja apa yang terbaik buat hidup kita? Kitab Suci kita memberikan empat alasan mengapa kita masih harus berdoa: Yang Pertama, kita berdoa karena Allah sendiri yang telah mendorong kita untuk berdoa. Berdoa bukan dimulai ketika kita menundukkan kepala dan masuk ke hadirat Allah.... Jauh sebelum kita berpikir untuk berdoa, Allah sudah menyiapkan kita untuk berdoa. Sama seperti si anak hilang yang kepulangannya bukan terhitung saat ia muncul di depan pintu, melainkan bahkan sebelum ia melangkahkan kaki untuk pulang... itu sebabnya Bapanya langsung menyongsong dia sejak baru tampak dari jauh. Berarti Doa itu sendiri adalah jawaban untuk kita. Jadi, jawaban doa kita itu sudah siap sejak saat kita tergerak untuk berdoa! Kedua, kita berdoa adalah untuk...

Mata Allah

Masih jelas dalam ingatan saya, dulu semasa kecil, bila ada banyak orang lain disekitar kami, maka setiap kali saya mau melakukan sesuatu, atau bila seseorang menyodorkan sesuatu, atau bila saya ingin menyentuh sesuatu, saya merasa harus selalu melihat ke mata ibu saya. Saya akan mengerti, hanya dari sinar matanya, apakah saya dibolehkan ataukah tidak.... Ya, Anda pun mungkin juga pernah berhasil menuntun seseorang melakukan sesuatu hanya dengan mata Anda. Melalui mata, kita memang dapat memberikan persetujuan, menunjukkan sebuah peringatan, ataupun mengkomunikasikan cinta. Kita semua dapat belajar memahami apa yang orang lain katakan melalui matanya. Ternyata dengan cara yang sama, Allah menuntun kita. Pemazmur dalam Mazmur 32:8 mengatakan, “Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu!” Mata Allah sedang tertuju kepada Anda, kepada kita semua. Mata Allah senantiasa mengawasi gerak-gerik kita. Sesungguhny...