Semua orang ingin bebas. Semua orang merindukan pengampunan dari kesalahan-kesalahan yang telah dibuatnya di masa yang lalu. Akan tetapi, tidak banyak orang yang mau dengan rela membiarkan orang lain menjadi bebas, bahkan banyak yang seolah-olah merasa puas bila melihat orang-orang tetap terikat dengan rasa bersalahnya, tertindih dalam beban kegagalan-kegagalannya.
Satu pelajaran yang sangat menarik dapat kita petik ketika Yesus membangkitkan Lazarus dari kematian.... Kisahnya dapat Anda baca dalam Yohanes 11:1-44. Pada waktu Yesus memerintahkan untuk membuka kubur Lazarus, Marta, saudaranya, menyela dan berkata, “Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati”... Marta, sungguh-sungguh menangisi kematian saudaranya itu, tetapi ketika Tuhan mau mengembalikannya, ia menyela, “Wah, Tuhan, tunggu dulu. Tubuhnya sudah berbau.... kalau ia pulang, bagaimana aku nantinya?
Adakah seseorang yang - ketika ia kembali ke dalam kehidupan Anda, Anda merasa harus berpikir dua kali untuk menerimanya? Tidakkah kehidupan Anda akan tercemari oleh “bau” orang itu nantinya? Mungkin orang itu adalah saudara Anda yang mantan narapidana, atau anak gadis Anda yang hamil di luar nikah, atau suami atau istri yang pernah berkhianat..... dan lain-lain....
Seperti Lazarus yang telah dibangkitkan, yang telah dibebaskan dari kuasa maut, namun ternyata masih terikat dengan kain kafan, mereka pun harus dilepaskan dari keterikatan-keterikatannya. Dan siapakah yang Tuhan perintahkan untuk melepaskan mereka dari keterikatan itu, dan membebaskannya pergi dan menjalani hidupnya lagi?... bukan Lazarus sendiri, dan bukan pula Yesus, melainkan orang-orang yang ada di sekitarnya! Jadi, Yesus hanya memberi kehidupan, tetapi Ia bukan yang mencopot kain kafan itu untuk membebaskannya. Orang-orang yang ada di sekitarnyalah yang Yesus minta untuk melakukannya.....
Hal yang sama juga berlaku bagi kita. Kita harus menjadi orang-orang yang melepaskan orang lain dari kain kafan ketakutan, kenangan yang menyakitkan, aib yang memalukan, kegelisahan, dan prasangka-prasangka negatif yang mengikat mereka. Pengampunan yang Allah telah berikan kepada kita berupa kebebasan serta kehidupan baru melalui Yesus Kristus, adalah kado yang harus kita bungkus kembali untuk kita berikan kepada orang lain yang membutuhkannya.....
Satu pelajaran yang sangat menarik dapat kita petik ketika Yesus membangkitkan Lazarus dari kematian.... Kisahnya dapat Anda baca dalam Yohanes 11:1-44. Pada waktu Yesus memerintahkan untuk membuka kubur Lazarus, Marta, saudaranya, menyela dan berkata, “Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati”... Marta, sungguh-sungguh menangisi kematian saudaranya itu, tetapi ketika Tuhan mau mengembalikannya, ia menyela, “Wah, Tuhan, tunggu dulu. Tubuhnya sudah berbau.... kalau ia pulang, bagaimana aku nantinya?
Adakah seseorang yang - ketika ia kembali ke dalam kehidupan Anda, Anda merasa harus berpikir dua kali untuk menerimanya? Tidakkah kehidupan Anda akan tercemari oleh “bau” orang itu nantinya? Mungkin orang itu adalah saudara Anda yang mantan narapidana, atau anak gadis Anda yang hamil di luar nikah, atau suami atau istri yang pernah berkhianat..... dan lain-lain....
Seperti Lazarus yang telah dibangkitkan, yang telah dibebaskan dari kuasa maut, namun ternyata masih terikat dengan kain kafan, mereka pun harus dilepaskan dari keterikatan-keterikatannya. Dan siapakah yang Tuhan perintahkan untuk melepaskan mereka dari keterikatan itu, dan membebaskannya pergi dan menjalani hidupnya lagi?... bukan Lazarus sendiri, dan bukan pula Yesus, melainkan orang-orang yang ada di sekitarnya! Jadi, Yesus hanya memberi kehidupan, tetapi Ia bukan yang mencopot kain kafan itu untuk membebaskannya. Orang-orang yang ada di sekitarnyalah yang Yesus minta untuk melakukannya.....
Hal yang sama juga berlaku bagi kita. Kita harus menjadi orang-orang yang melepaskan orang lain dari kain kafan ketakutan, kenangan yang menyakitkan, aib yang memalukan, kegelisahan, dan prasangka-prasangka negatif yang mengikat mereka. Pengampunan yang Allah telah berikan kepada kita berupa kebebasan serta kehidupan baru melalui Yesus Kristus, adalah kado yang harus kita bungkus kembali untuk kita berikan kepada orang lain yang membutuhkannya.....
Komentar