Langsung ke konten utama

Tahun Yobel

“Gali lubang tutup lubang” adalah istilah yang pastilah tidak asing lagi di telinga kita. Seorang teman mengatakan, hampir tidak mungkin ia bisa menikmati gaji satu bulannya secara ful. Hari-hari yang paling ditunggu-tunggunya adalah hari ketika semua hutang-hutangnya terbayar lunas! Lebih baik lagi kalau hutang lunas tanpa harus membayar. Wah, tapi yang demikian itu serasa hanya ada dalam dongeng........katanya.

Tetapi, tidak demikian halnya dengan umat Yahudi. Umat Yahudi memiliki tahun dimana semua hutang diputihkan. Tahun itu mereka sebut sebagai Tahun Yobel, yang diperingati setiap 50 tahun sekali. Dalam tahun itu, hutang-hutang dibatalkan, hukuman penjara dihentikan, tanah yang telah tersita atau tergadai dikembalikan kepada pemiliknya, dan setiap orang dari umat Israel saling menghapuskan kesalahan-kesalahan yang mungkin sudah tersimpan selama bertahun-tahun.... karena itulah maka Tahun Yobel ini juga mereka sebut sebagai tahun rahmat Tuhan. Wah, andaikan saja di negara kita pun ada yang namanya tahun Yobel ya? Pasti serasa mendapat durian runtuh rasanya...

Sayang sekali ya kita bukan umat Yahudi? Tapi Anda tidak perlu kuatir. Sebab bila kita hidup di dalam Kristus, maka tahun rahmat itu juga berlaku bagi kita. Lihatlah dalam Lukas 4: 18-20, Yesus menegaskan maksud kedatangan-Nya, bahwa Ia datang untuk membebaskan orang-orang tertindas, dan memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.... Salib-Nya adalah tanda yang membatalkan dosa kita dan memberikan kepada kita kebebasan untuk mengampuni.
Jadi bagi setiap orang yang percaya kepada Kristus, setiap tahun bahkan setiap hari adalah tahun Yobel kita. Namun tahun rahmat itu, bukan saja berarti bahwa kita mendapatkan kebebasan dari hutang-hutang dosa kita, tetapi juga bahwa kita harus memberlakukan hal yang sama kepada orang lain. Pengampunan, adalah rahmat Tuhan yang tidak dapat kita miliki, kecuali jika kita memberikannya kepada orang lain.... Bebaskanlah orang lain dengan cara mengasihi mereka dan memberi pengampunan tanpa syarat!

Siapakah yang memerlukan pengampunan dari Anda? Yakinkanlah mereka, bahwa mereka sudah Anda ampuni. Tahun Yobel telah dimulai hari ini. Bergegaslah, jangan menunggu. Esok mungkin sudah terlambat!

Komentar

DAN-DAN mengatakan…
Halo bu, salam kenal ya.

Menurt saya, tulisan anda tentang Tahun Yobel ini cukup singkat jelas padat dan sangat mengena. Tidak pake tedeng aling-aling dan tidak ngalor ngidul.

Banyak saya temui justru orang berkata di tahun Yobel nanti utang2 kita akan lunas dan kita akan jadi orang kaya, padahal menurut saya, yang utang siapa yang nglunasin siapa? yang utang orang yang nglunasin Tuhan? Huehuehue. Kalo gitu debtcollectornya siapa? Iblis? Hahaha...

Memang sering kali orang Kristen menerangkan sesuatu yang Alkitabiah saja, tetapi tidak semua yang Alkitabiah itu adalah kekristenan. Tetapi disini anda menuliskan langsung pada inti keKristenannya.

Saya kasi angkat gelas buat ibu ^_^

Jika ada waktu silakan juga baca2 tulisan saya, mau sharing boleh, mau "berdebat" juga bole, saya terbuka karena ingin mencari kebenaran. ^_^

Postingan populer dari blog ini

Dirhamku

ooo... kukira kau telah hilang blog ku sayang... secara tak sengaja kau kutemukan kembali. barangkali beginilah rasanya si wanita yang menemukan dirham yang hilang itu :D

Benih Sang Kaisar

Kata orang, di dunia ini tidak ada tempat bagi orang jujur. Benarkah? Coba Anda simak kisah berikut ini... Konon, ada seorang kaisar yang ingin mencari penggantinya. Tetapi dia tidak mau memilih dari para pembantu dekatnya atau bahkan dari anak-anaknya sendiri. Ia melakukan sesuatu yang lain. Kaisar itu memanggil semua anak muda di kerajaannya untuk berkumpul, dan ia mengumumkan, bahwa ia akan memilih kaisar baru dari antara anak-anak muda itu. Mendengar itu, anak-anak muda itu pun terkejut bukan main! “saya akan memberi kalian masing-masing satu biji benih.” Lanjut sang Kaisar. “Ingat, hanya satu benih. Dan saya memberi kalian waktu satu tahun! Tahun depan, saya harap kalian datang kembali ke sini dan saya akan melihat apa yang sudah kalian hasilkan dari benih itu. Saya akan menilai tanaman yang kalian bawa. Siapa yang memiliki tanaman yang saya pilih, orang itulah yang akan menggantikan saya menjadi kaisar!” Di antara anak-anak muda itu, ada seorang anak bernama Ling. Ia pun pulang d...

Baru Arak-arakan Saja!

Seorang anak lelaki dengan penuh semangat memberitahu ayahnya, bahwa hari Sabtu nanti akan ada pertunjukan sirkus di kota. Ia bertanya, “Apakah aku boleh pergi untuk menonton sirkus, Ayah?” Mereka adalah keluarga miskin, tetapi sang ayah merasa tidak sampai hati mengecewakan wajah yang bersinar-sinar penuh harap itu. Maka ia pun mengijinkan, dengan syarat anak itu harus menyelesaikan semua tugas-tugasnya. Dan anak itu pun langsung berlari dengan riang mengerjakan tugas-tugasnya.... Ketika hari Sabtu tiba, pagi-pagi sekali ia sudah siap. Ia mengenakan pakaian terbaiknya, sepasang pakaian satu-satunya yang biasa dipakainya ke Sekolah Minggu, lalu menghadap ayahnya. Sang ayah memberinya uang dua puluh ribu rupiah dan melepaskannya pergi. Anak itu demikian gembiranya sehingga ia berlari seakan-akan kakinya tidak menyentuh tanah. Sesampainya di perbatasan, ia bertemu dengan parade sirkus. Waow! Ia memandang arak-arakan parade itu dengan takjub. Belum pernah ia melihat keramaian seperti i...