Seorang buronan akhirnya ditemukan oleh seorang intel di sebuah warung. Intel tersebut menepuk pundak orang itu dan berkata, “Anda ditahan. Ikut aku!” Buronan itu terkejut bukan main, “Apa salahku?” bantahnya..... “Anda tahu kesalahan Anda. Anda melarikan diri dari penjara beberapa tahun yang lalu. Kemudian Anda berpindah-pindah tempat, dan akhirnya Anda tiba di tempat ini, Anda menikah dan bersikap sebagai orang baik-baik....” Jawab intel itu dengan tenang. “Kami telah melacak jejak Anda dan telah lama mengawasi Anda.”
Buronan itu tidak bisa membantah lagi dan akhirnya menyerah. Kemudian ia berkata, “Tapi... sebelum saya ditahan, ijinkanlah saya pulang dulu untuk berbicara dengan keluargaku.” Permintaannya dikabulkan tapi tetap dikawal ketat...... Sesampainya di rumah, dengan sengaja laki-laki itu bertanya kepada istrinya di hadapan intel, “Saya seorang suami yang baik; Saya telah bekerja keras untuk menghidupi keluarga; dan saya tidak pernah menyakitimu dan anak-anak, bukan?”
Istrinya memandangi suaminya dan intel itu bergantian dengan wajah bingung, “Tentu saja. Kamu adalah suami dan ayah yang baik..., tetapi apa maksud pertanyaan-pertanyaanmu itu?” Tanya istrinya. Suaminya kemudian menerangkan siapa sesungguhnya dirinya, dan apa yang telah dilakukannya di masa lalu..... Rupanya, lelaki itu berharap bahwa dengan membangun reputasi sebagai suami yang baik dan ayah yang bertanggung jawab, maka itu akan mengesankan pihak yang berwajib. Dengan harapan, dirinya akan dinilai berdasarkan kebaikan itu dan ia dibiarkan bebas dari hukuman. Akan tetapi, meskipun di hadapan keluarganya ia adalah orang baik, tetapi ia masih tetap bersalah di hadapan hukum. Dan ia tetap harus kembali ke penjara....
Begitulah perbedaan orang-orang yang berada di dalam Kristus dan di luar Kristus. Ketika kita masih berada di luar Kristus, kita mungkin adalah orang yang cukup benar dan baik di hadapan manusia..., tetapi di hadapan Allah, masih ada urusan yang harus kita selesaikan. Kebaikan-kebaikan yang kita lakukan di luar Kristus, tidak bisa begitu saja meluruhkan dosa-dosa kita.... Sebab hanya dengan mengakui Kristuslah, kita dibenarkan. Inilah yang Rasul Paulus katakan dalam Roma 3:28, manusia dibenarkan hanya karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum-hukum Taurat.....!
Buronan itu tidak bisa membantah lagi dan akhirnya menyerah. Kemudian ia berkata, “Tapi... sebelum saya ditahan, ijinkanlah saya pulang dulu untuk berbicara dengan keluargaku.” Permintaannya dikabulkan tapi tetap dikawal ketat...... Sesampainya di rumah, dengan sengaja laki-laki itu bertanya kepada istrinya di hadapan intel, “Saya seorang suami yang baik; Saya telah bekerja keras untuk menghidupi keluarga; dan saya tidak pernah menyakitimu dan anak-anak, bukan?”
Istrinya memandangi suaminya dan intel itu bergantian dengan wajah bingung, “Tentu saja. Kamu adalah suami dan ayah yang baik..., tetapi apa maksud pertanyaan-pertanyaanmu itu?” Tanya istrinya. Suaminya kemudian menerangkan siapa sesungguhnya dirinya, dan apa yang telah dilakukannya di masa lalu..... Rupanya, lelaki itu berharap bahwa dengan membangun reputasi sebagai suami yang baik dan ayah yang bertanggung jawab, maka itu akan mengesankan pihak yang berwajib. Dengan harapan, dirinya akan dinilai berdasarkan kebaikan itu dan ia dibiarkan bebas dari hukuman. Akan tetapi, meskipun di hadapan keluarganya ia adalah orang baik, tetapi ia masih tetap bersalah di hadapan hukum. Dan ia tetap harus kembali ke penjara....
Begitulah perbedaan orang-orang yang berada di dalam Kristus dan di luar Kristus. Ketika kita masih berada di luar Kristus, kita mungkin adalah orang yang cukup benar dan baik di hadapan manusia..., tetapi di hadapan Allah, masih ada urusan yang harus kita selesaikan. Kebaikan-kebaikan yang kita lakukan di luar Kristus, tidak bisa begitu saja meluruhkan dosa-dosa kita.... Sebab hanya dengan mengakui Kristuslah, kita dibenarkan. Inilah yang Rasul Paulus katakan dalam Roma 3:28, manusia dibenarkan hanya karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum-hukum Taurat.....!
Komentar