Siapakah perempuan tercantik yang pernah Anda kenal? Pertanyaan ini pernah diajukan oleh sebuah perusahaan kosmetika kepada seluruh penduduk kotanya dalam rangka mempromosikan produknya. Perusahaan itu meminta orang-orang mengirimkan foto wanita paling cantik yang mereka kenal berikut alasannya. Dari sekian ribu surat yang mereka terima, ada satu yang menarik perhatian mereka, yakni surat yang dikirimkan oleh seorang anak laki-laki dari keluarga yang telah pecah dan tinggal di lingkungan yang kumuh. Surat itu berbunyi demikian, “Seorang wanita cantik tinggal di dekat rumah saya. Saya mengunjunginya setiap hari. Dia membuat saya seperti anak yang paling penting di dunia. Kami bermain dam bersama dan dia mendengarkan setiap persoalan saya. Dia memahami saya. Setiap kali saya mau pulang, dia selalu mengatakan betapa bangganya dia terhadap saya..... Dan inilah foto wanita paling cantik di dunia itu. Saya berharap memiliki istri secantik dia.”
Tahukah Anda bagaimanakah rupa wanita yang ia sebutkan sebagai wanita tercantik di dunia itu? Ternyata dia adalah seorang wanita ompong yang sudah lanjut usia. Rambutnya kelabu, wajahnya kerut-merut dan ia duduk di kursi roda. Tampak ia sedang tersenyum dan matanya memancarkan keramahan... Pimpinan perusahaan mengamati foto itu selama beberapa saat dengan rasa haru. Dan kemudian ia tersenyum seraya berkata, “Kita tidak bisa memakai wanita ini.... sebab wanita ini akan menunjukkan kepada dunia, bahwa produk kecantikan kita sebetulnya tidak bisa membuat seorang wanita menjadi cantik.”
Ini mengingatkan saya pada pengakuan seorang wanita yang kecantikannya dipuji habis-habisan oleh seorang raja besar, raja yang paling terkenal di seluruh dunia selama berabad-abad, dan seorang penggemar wanita-wanita cantik, Raja Salomo. Apa kata wanita pujaan raja Salomo itu? “Janganlah kamu perhatikan bahwa aku ini hitam, karena terik matahari membakar aku, karena aku dijadikan mereka penjaga kebun-kebun anggur...” (Kidung Agung 1:6). Lebih jelas lagi dari pengakuan Raja Salomo sendiri dalam Amsal 30:31, Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.
Inilah kecantikan yang sesungguhnya, kecantikan yang berlaku baik pada perempuan maupun laki-laki.... kecantikan adalah hati, yakni hati seorang yang takut akan Tuhan!
Tahukah Anda bagaimanakah rupa wanita yang ia sebutkan sebagai wanita tercantik di dunia itu? Ternyata dia adalah seorang wanita ompong yang sudah lanjut usia. Rambutnya kelabu, wajahnya kerut-merut dan ia duduk di kursi roda. Tampak ia sedang tersenyum dan matanya memancarkan keramahan... Pimpinan perusahaan mengamati foto itu selama beberapa saat dengan rasa haru. Dan kemudian ia tersenyum seraya berkata, “Kita tidak bisa memakai wanita ini.... sebab wanita ini akan menunjukkan kepada dunia, bahwa produk kecantikan kita sebetulnya tidak bisa membuat seorang wanita menjadi cantik.”
Ini mengingatkan saya pada pengakuan seorang wanita yang kecantikannya dipuji habis-habisan oleh seorang raja besar, raja yang paling terkenal di seluruh dunia selama berabad-abad, dan seorang penggemar wanita-wanita cantik, Raja Salomo. Apa kata wanita pujaan raja Salomo itu? “Janganlah kamu perhatikan bahwa aku ini hitam, karena terik matahari membakar aku, karena aku dijadikan mereka penjaga kebun-kebun anggur...” (Kidung Agung 1:6). Lebih jelas lagi dari pengakuan Raja Salomo sendiri dalam Amsal 30:31, Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.
Inilah kecantikan yang sesungguhnya, kecantikan yang berlaku baik pada perempuan maupun laki-laki.... kecantikan adalah hati, yakni hati seorang yang takut akan Tuhan!
Komentar