Anda tentu sudah pernah melihat gambar Perjamuan Terakhir bukan? Itu adalah lukisan dari Seorang seniman terkemuka, yaitu Leonardo da Vinci. Lukisan itu memperlihatkan suasana Perjamuan Paskah yang terakhir kalinya yang Yesus lakukan dengan murid-murid-Nya sebelum Yesus ditangkap dan disalib. Kisahnya dapat Anda baca dalam Yohanes 13:1-30. Lukisan Leonardo itu telah ditirukan, dicopy dan disebarkan dalam berbagai versi ke seluruh dunia.
Namun, ada satu kisah menarik di balik proses pembuatan lukisan itu. Konon, Leonardo menemui kesulitan untuk menggambarkan wajah Baik untuk Yesus dan wajah Jahat pada Yudas Iskariot..... Setelah lama mencari-cari, akhirnya dalam sebuah kebaktian di salah satu gereja di Roma, Leonardo melihat seorang anak muda anggota koor/paduan suara. Wajahnya lembut, bersinar-sinar penuh energi, dan memancarkan kasih yang memberi kehidupan. Anak muda itu bernama Pietro Badinelli.
Tahun-tahun pun berlalu, Leonardo telah melukis wajah Yesus, juga semua murid, kecuali satu, yakni Yudas Iskariot. Sekarang, Leonardo harus mencari model wajah seorang yang telah berubah dari lembut ke keras, dari seorang yang telah menyaksikan banyak keajaiban dan kasih - dan kemudian berubah menjadi jahat.... Dan suatu hari, ia melihat seorang pengemis di jalanan Roma yang wajahnya begitu buruk. Begitu buruknya, sampai-sampai Leonardo gemetar karena ngeri ketika melihat wajah pengemis itu. Wajah itu buruk bukan karena jelek, tetapi karena ada pancaran kuasa jahat di dalamnya. Leonardo kemudian menawarkan upah kepada orang itu untuk ia jadikan model untuk lukisannya. Model wajah Yudas Oskariot! Ketika ia selesai, Leonardo baru ingat bahwa ia belum tahu nama orang itu. Maka ia pun menanyakan siapa nama orang itu. Dan orang itu menjawab, “Saya adalah Pietro Badinelli, yang dulu juga duduk untukmu sebagai model Kristus!”
Si Jahat terus-menerus, dengan begitu gigih berjuang untuk menarik orang-orang benar dan saleh menjadi pengikut-pengikutnya. Sekali kita lengah, maka si Jahat akan menguasai hati kita dan mewujudkan dirinya di dalam diri kita. sehingga kita terseret pada kebinasaan. Karena itu, waspadalah! “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.” (I Petrus 5:8).
Namun, ada satu kisah menarik di balik proses pembuatan lukisan itu. Konon, Leonardo menemui kesulitan untuk menggambarkan wajah Baik untuk Yesus dan wajah Jahat pada Yudas Iskariot..... Setelah lama mencari-cari, akhirnya dalam sebuah kebaktian di salah satu gereja di Roma, Leonardo melihat seorang anak muda anggota koor/paduan suara. Wajahnya lembut, bersinar-sinar penuh energi, dan memancarkan kasih yang memberi kehidupan. Anak muda itu bernama Pietro Badinelli.
Tahun-tahun pun berlalu, Leonardo telah melukis wajah Yesus, juga semua murid, kecuali satu, yakni Yudas Iskariot. Sekarang, Leonardo harus mencari model wajah seorang yang telah berubah dari lembut ke keras, dari seorang yang telah menyaksikan banyak keajaiban dan kasih - dan kemudian berubah menjadi jahat.... Dan suatu hari, ia melihat seorang pengemis di jalanan Roma yang wajahnya begitu buruk. Begitu buruknya, sampai-sampai Leonardo gemetar karena ngeri ketika melihat wajah pengemis itu. Wajah itu buruk bukan karena jelek, tetapi karena ada pancaran kuasa jahat di dalamnya. Leonardo kemudian menawarkan upah kepada orang itu untuk ia jadikan model untuk lukisannya. Model wajah Yudas Oskariot! Ketika ia selesai, Leonardo baru ingat bahwa ia belum tahu nama orang itu. Maka ia pun menanyakan siapa nama orang itu. Dan orang itu menjawab, “Saya adalah Pietro Badinelli, yang dulu juga duduk untukmu sebagai model Kristus!”
Si Jahat terus-menerus, dengan begitu gigih berjuang untuk menarik orang-orang benar dan saleh menjadi pengikut-pengikutnya. Sekali kita lengah, maka si Jahat akan menguasai hati kita dan mewujudkan dirinya di dalam diri kita. sehingga kita terseret pada kebinasaan. Karena itu, waspadalah! “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.” (I Petrus 5:8).
Komentar