Langsung ke konten utama

Waktu yang tepat

Suatu malam, seorang penginjil bermimpi. Dalam mimpinya itu ia melihat beberapa Iblis sedang mengadakan rapat kecil di neraka. Iblis-iblis itu rupanya sedang menyusun rencana bagaimana supaya orang-orang di bumi mengalami nasib yang sama seperti mereka: menjadi penghuni neraka! Si pemimpin rapat bertanya, “Apa usul kalian supaya dapat menarik manusia menjadi sahabat kita?” Iblis pertama mengusulkan: “Katakan kepada manusia, bahwa Alkitab bukanlah Firman Allah dan tidak perlu dipercayai.” Usul itu langsung disanggah oleh Iblis yang lain. “Ah..., itu tidak mungkin. Ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa Alkitab adalah Firman Allah....,” Wah rupanya setan pun percaya pada kebenaran Firman Allah, anehnya kok manusia banyak yang tidak percaya ya?! Dan Iblis itu melanjutkan, “Kalau usul saya... kita katakan saja bahwa Allah tidak ada, dan bahwa Kristus hanyalah manusia biasa yang baik hati, juga bahwa surga dan neraka sesungguhnya tidak ada!”


“Hah!” Terdengar bantahan dari Iblis kecil dengan nada meremehkan, “itu juga kurang tepat..... Allah telah menyatakan diriNya dalam Yesus Kristus dan Yesus telah membuat banyak mujizat. Itu fakta yang tak terbantahkan!!” “Begini saja,” kata Iblis kecil itu, “Saya ada usul: kita katakan kepada manusia, bahwa benar ada satu Allah, benar ada hanya satu juru Selamat, benar ada surga dan neraka...., siapapun memang tidak mungkin membantah itu semua..., namun bisikkan pada mereka: masih ada waktu untuk bertobat..... Jadi, bersenang-senanglah... Dunia ini penuh dengan kenikmatan, mari, nikmatilah sepuasnya!” Mata semua Iblis yang hadir langsung menyala dengan gembira. Usul yang bagus! Sangat briliant!! Seru mereka. Forum akhirnya dengan suara bulat menerima usul itu untuk dipakai sebagai taktik paling jitu untuk menjauhkan manusia dari Allah!!


Jika Anda berpikir masih ada hari esok untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan tercela Anda, ingatlah cerita ini. Hidup kita, manusia, hanya bagaikan uap yang sebentar saja ada (Yakobus 4:13-15); usia kita singkat bagaikan rumput dan bunga yang hari ini tumbuh dan besok sudah layu dan kering (Mazmur 103:15-16). Jadi, sekaranglah waktu yang tepat untuk bertobat dan menerima Kristus! “Masih ada waktu, tidak perlu bertobat sekarang!” adalah bisikan Si Jahat untuk menjerat kita. Tetapi Allah berkata, “Sekaranglah waktunya, jangan tunda-tunda lagi!” Waktu yang masih ada sekarang, anggaplah itu sebagai kesabaran Tuhan sebagai kesempatan bagi kita untuk beroleh selamat (2 Petrus 3:15a).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dirhamku

ooo... kukira kau telah hilang blog ku sayang... secara tak sengaja kau kutemukan kembali. barangkali beginilah rasanya si wanita yang menemukan dirham yang hilang itu :D

Benih Sang Kaisar

Kata orang, di dunia ini tidak ada tempat bagi orang jujur. Benarkah? Coba Anda simak kisah berikut ini... Konon, ada seorang kaisar yang ingin mencari penggantinya. Tetapi dia tidak mau memilih dari para pembantu dekatnya atau bahkan dari anak-anaknya sendiri. Ia melakukan sesuatu yang lain. Kaisar itu memanggil semua anak muda di kerajaannya untuk berkumpul, dan ia mengumumkan, bahwa ia akan memilih kaisar baru dari antara anak-anak muda itu. Mendengar itu, anak-anak muda itu pun terkejut bukan main! “saya akan memberi kalian masing-masing satu biji benih.” Lanjut sang Kaisar. “Ingat, hanya satu benih. Dan saya memberi kalian waktu satu tahun! Tahun depan, saya harap kalian datang kembali ke sini dan saya akan melihat apa yang sudah kalian hasilkan dari benih itu. Saya akan menilai tanaman yang kalian bawa. Siapa yang memiliki tanaman yang saya pilih, orang itulah yang akan menggantikan saya menjadi kaisar!” Di antara anak-anak muda itu, ada seorang anak bernama Ling. Ia pun pulang d...

Baru Arak-arakan Saja!

Seorang anak lelaki dengan penuh semangat memberitahu ayahnya, bahwa hari Sabtu nanti akan ada pertunjukan sirkus di kota. Ia bertanya, “Apakah aku boleh pergi untuk menonton sirkus, Ayah?” Mereka adalah keluarga miskin, tetapi sang ayah merasa tidak sampai hati mengecewakan wajah yang bersinar-sinar penuh harap itu. Maka ia pun mengijinkan, dengan syarat anak itu harus menyelesaikan semua tugas-tugasnya. Dan anak itu pun langsung berlari dengan riang mengerjakan tugas-tugasnya.... Ketika hari Sabtu tiba, pagi-pagi sekali ia sudah siap. Ia mengenakan pakaian terbaiknya, sepasang pakaian satu-satunya yang biasa dipakainya ke Sekolah Minggu, lalu menghadap ayahnya. Sang ayah memberinya uang dua puluh ribu rupiah dan melepaskannya pergi. Anak itu demikian gembiranya sehingga ia berlari seakan-akan kakinya tidak menyentuh tanah. Sesampainya di perbatasan, ia bertemu dengan parade sirkus. Waow! Ia memandang arak-arakan parade itu dengan takjub. Belum pernah ia melihat keramaian seperti i...