Suatu malam, seorang penginjil bermimpi. Dalam mimpinya itu ia melihat beberapa Iblis sedang mengadakan rapat kecil di neraka. Iblis-iblis itu rupanya sedang menyusun rencana bagaimana supaya orang-orang di bumi mengalami nasib yang sama seperti mereka: menjadi penghuni neraka! Si pemimpin rapat bertanya, “Apa usul kalian supaya dapat menarik manusia menjadi sahabat kita?” Iblis pertama mengusulkan: “Katakan kepada manusia, bahwa Alkitab bukanlah Firman Allah dan tidak perlu dipercayai.” Usul itu langsung disanggah oleh Iblis yang lain. “Ah..., itu tidak mungkin. Ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa Alkitab adalah Firman Allah....,” Wah rupanya setan pun percaya pada kebenaran Firman Allah, anehnya kok manusia banyak yang tidak percaya ya?! Dan Iblis itu melanjutkan, “Kalau usul saya... kita katakan saja bahwa Allah tidak ada, dan bahwa Kristus hanyalah manusia biasa yang baik hati, juga bahwa surga dan neraka sesungguhnya tidak ada!”
“Hah!” Terdengar bantahan dari Iblis kecil dengan nada meremehkan, “itu juga kurang tepat..... Allah telah menyatakan diriNya dalam Yesus Kristus dan Yesus telah membuat banyak mujizat. Itu fakta yang tak terbantahkan!!” “Begini saja,” kata Iblis kecil itu, “Saya ada usul: kita katakan kepada manusia, bahwa benar ada satu Allah, benar ada hanya satu juru Selamat, benar ada surga dan neraka...., siapapun memang tidak mungkin membantah itu semua..., namun bisikkan pada mereka: masih ada waktu untuk bertobat..... Jadi, bersenang-senanglah... Dunia ini penuh dengan kenikmatan, mari, nikmatilah sepuasnya!” Mata semua Iblis yang hadir langsung menyala dengan gembira. Usul yang bagus! Sangat briliant!! Seru mereka. Forum akhirnya dengan suara bulat menerima usul itu untuk dipakai sebagai taktik paling jitu untuk menjauhkan manusia dari Allah!!
Jika Anda berpikir masih ada hari esok untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan tercela Anda, ingatlah cerita ini. Hidup kita, manusia, hanya bagaikan uap yang sebentar saja ada (Yakobus 4:13-15); usia kita singkat bagaikan rumput dan bunga yang hari ini tumbuh dan besok sudah layu dan kering (Mazmur 103:15-16). Jadi, sekaranglah waktu yang tepat untuk bertobat dan menerima Kristus! “Masih ada waktu, tidak perlu bertobat sekarang!” adalah bisikan Si Jahat untuk menjerat kita. Tetapi Allah berkata, “Sekaranglah waktunya, jangan tunda-tunda lagi!” Waktu yang masih ada sekarang, anggaplah itu sebagai kesabaran Tuhan sebagai kesempatan bagi kita untuk beroleh selamat (2 Petrus 3:15a).
“Hah!” Terdengar bantahan dari Iblis kecil dengan nada meremehkan, “itu juga kurang tepat..... Allah telah menyatakan diriNya dalam Yesus Kristus dan Yesus telah membuat banyak mujizat. Itu fakta yang tak terbantahkan!!” “Begini saja,” kata Iblis kecil itu, “Saya ada usul: kita katakan kepada manusia, bahwa benar ada satu Allah, benar ada hanya satu juru Selamat, benar ada surga dan neraka...., siapapun memang tidak mungkin membantah itu semua..., namun bisikkan pada mereka: masih ada waktu untuk bertobat..... Jadi, bersenang-senanglah... Dunia ini penuh dengan kenikmatan, mari, nikmatilah sepuasnya!” Mata semua Iblis yang hadir langsung menyala dengan gembira. Usul yang bagus! Sangat briliant!! Seru mereka. Forum akhirnya dengan suara bulat menerima usul itu untuk dipakai sebagai taktik paling jitu untuk menjauhkan manusia dari Allah!!
Jika Anda berpikir masih ada hari esok untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan tercela Anda, ingatlah cerita ini. Hidup kita, manusia, hanya bagaikan uap yang sebentar saja ada (Yakobus 4:13-15); usia kita singkat bagaikan rumput dan bunga yang hari ini tumbuh dan besok sudah layu dan kering (Mazmur 103:15-16). Jadi, sekaranglah waktu yang tepat untuk bertobat dan menerima Kristus! “Masih ada waktu, tidak perlu bertobat sekarang!” adalah bisikan Si Jahat untuk menjerat kita. Tetapi Allah berkata, “Sekaranglah waktunya, jangan tunda-tunda lagi!” Waktu yang masih ada sekarang, anggaplah itu sebagai kesabaran Tuhan sebagai kesempatan bagi kita untuk beroleh selamat (2 Petrus 3:15a).
Komentar