“Sekolah Alkitab Moody” di Chicago, Amerika, yang telah banyak menghasilkan hamba-hamba Tuhan yang berdedikasi tinggi pada pelayanan Injil, memiliki sejarah yang cukup menarik. Suatu hari, seorang petani datang berkunjung ke sekolah itu. dan meminta izin untuk melihat-lihat sekolah tersebut. Meskipun petani itu orang asing dan berpakaian sangat sederhana, tetapi setiap orang memperlakukannya dengan baik dan sopan. Hal itu rupanya membuatnya sangat terkesan, sehingga beberapa waktu kemudian mereka menerima sepucuk surat dari petani itu beserta check seharga 20.000 dolar, atau sekitar 200 juta rupiah! Bayangkan. Semua orang tidak menyangka! Bahkan mereka berpikir petani itu tidak punya cukup uang untuk membeli makan malamnya. Tetapi, karena pada dasarnya penghuni sekolah itu telah setia terhadap hal-hal kecil dan mempraktekkan kasih Kristus dengan sungguh-sungguh, maka mereka tidak pilih kasih dalam berbuat baik, dan akhirnya mereka memperoleh berkat yang besar.
Memang hal-hal besar harus dimulai dibangun dari yang kecil-kecil. sebuah kata bijak mengatakan, “Pukulan-pukulan kecil dapat menumbangkan pohon oak yang besar!” Hal-hal terpenting dan besar memang justru berasal dari hal-hal yang kecil...Teknologi pembuatan jembatan gantung terinsiprasikan oleh sarang laba-laba di sebuah kebun.... Suara ketel di atas kompor, memberi inspirasi penemuan mesin uap...? Dan sebuah apel yang jatuh dari pohon memberi inspirasi penemuan hukum gravitasi! Ya! Penemuan-penemuan para ilmuwan besar, berasal dari pengamatan mereka pada hal-hal yang kecil dan sederhana, yang bahkan mungkin sama sekali tidak pernah menarik perhatian bagi orang lain!
Dalam perumpamaan Tuhan Yesus tentang Talenta, juga ditunjukkan, bahwa hamba yang baik dan setia adalah yang mau melakukan dan memperhatikan hal-hal yang kecil.... Ketika hamba itu datang melaporkan hasil kerjanya, sang tuan berkata kepadanya: “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar.... ”. (Matius 25:21)
Kesetiaan dalam perkara-perkara kecil adalah permulaan untuk menerima kebesaran atau keberhasilan..... Ini berlaku dalam bidang apa saja.... Jangan berharap Anda akan langsung mendapatkan kemuliaan dan kebesaran, tanpa terlebih dahulu tekun mengerjakan hal-hal yang kecil-kecil....
Memang hal-hal besar harus dimulai dibangun dari yang kecil-kecil. sebuah kata bijak mengatakan, “Pukulan-pukulan kecil dapat menumbangkan pohon oak yang besar!” Hal-hal terpenting dan besar memang justru berasal dari hal-hal yang kecil...Teknologi pembuatan jembatan gantung terinsiprasikan oleh sarang laba-laba di sebuah kebun.... Suara ketel di atas kompor, memberi inspirasi penemuan mesin uap...? Dan sebuah apel yang jatuh dari pohon memberi inspirasi penemuan hukum gravitasi! Ya! Penemuan-penemuan para ilmuwan besar, berasal dari pengamatan mereka pada hal-hal yang kecil dan sederhana, yang bahkan mungkin sama sekali tidak pernah menarik perhatian bagi orang lain!
Dalam perumpamaan Tuhan Yesus tentang Talenta, juga ditunjukkan, bahwa hamba yang baik dan setia adalah yang mau melakukan dan memperhatikan hal-hal yang kecil.... Ketika hamba itu datang melaporkan hasil kerjanya, sang tuan berkata kepadanya: “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar.... ”. (Matius 25:21)
Kesetiaan dalam perkara-perkara kecil adalah permulaan untuk menerima kebesaran atau keberhasilan..... Ini berlaku dalam bidang apa saja.... Jangan berharap Anda akan langsung mendapatkan kemuliaan dan kebesaran, tanpa terlebih dahulu tekun mengerjakan hal-hal yang kecil-kecil....
Komentar