Langsung ke konten utama

Perantara yang tepat dan terjamin

Seorang lelaki muda berkata, bahwa untuk urusan membeli rumah, ia hanya percaya pada agent atau perantara dari perusahaan property yang terkenal. Sebab pasti mereka lebih ahli dan terpercaya. Akhirnya memang, tak lama kemudian ia sudah emnempati sebuah rumah yang bagus dan mewah. Tapi begitu musim hujan tiba, barulah ketahuan kekurangannya. Memang, rumah itu sendiri tidak terkena banjir, tetapi ia turut terkena dampak dari lingkungan sekitarnya yang tergenang sepanjang musim. Hatinya tidak tenteram. Ia pernah mendatangi perantaranya itu, dan mengajukan ketidakpuasannya, tetapi mereka tidak peduli lagi. Yah, memang itulah akibatnya kalau salah memilih agent. Kita bisa rugi dan kecewa.


Tahukah Anda bahwa ada sebuah rumah yang kekal yang disiapkan oleh Allah Bapa kita di sorga? Tuhan Yesus berkata, “Di rumah Bapa-Ku ada banyak tempat tinggal. Dan Aku menyediakan tempat bagimu di sana....Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada” (Yohanes 14:2,3). Kehidupan kita selama di dunia ini hanyalah sementara saja. Masih ada kehidupan yang kedua, yakni kehidupan yang kekal. Di sana, kita akan tinggal bersama-sama dengan Allah, Bapa kita. Kita tinggal di sebuah tempat yang penuh damai sejahtera, tempat di mana tidak ada lagi airmata, ratap tangis dan segala macam penderitaan. Tempat itu, ialah Rumah Bapa yang kekal.


Bagaimanakah supaya kita bisa tinggal di rumah Bapa yang kekal itu? Mudah saja, kita hanya harus memberi seluruh kepercayaan kita kepada Perantara Sang Bapa sendiri. Satu-satunya perantara yang benar dan terpercaya. Dialah Yesus Kristus, Anak Allah. Ia berasal dari Rumah yang kekal itu, dan Ia sedang menyiapkan tempat yang terbaik bagi kita semua – yakni semua yang percaya kepada-Nya.


Berhati-hatilah. Jangan sampai Anda terkecoh oleh perantara-perantara yang lain. Sebab banyak orang yang mencari perantara dengan mendengarkan mana yang janji-janjinya lebih menarik, yang tampaknya lebih masuk akal. Atau mereka bertanya kepada orang-orang kuat, dan mengejar pengetahuan-pengetahuan yang tertinggi. Tapi ingatlah, untuk urusan hidup di dunia, Anda mungkin boleh salah. Tapi jangan sampai kita tertipu untuk urusan rumah yang kekal itu! Percayalah kepada Yesus Kristus, dan dengarkanlah apa kata Dia bagaimana menyiapkan diri kita untuk menempati rumah Bapa yang kekal itu!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dirhamku

ooo... kukira kau telah hilang blog ku sayang... secara tak sengaja kau kutemukan kembali. barangkali beginilah rasanya si wanita yang menemukan dirham yang hilang itu :D

Benih Sang Kaisar

Kata orang, di dunia ini tidak ada tempat bagi orang jujur. Benarkah? Coba Anda simak kisah berikut ini... Konon, ada seorang kaisar yang ingin mencari penggantinya. Tetapi dia tidak mau memilih dari para pembantu dekatnya atau bahkan dari anak-anaknya sendiri. Ia melakukan sesuatu yang lain. Kaisar itu memanggil semua anak muda di kerajaannya untuk berkumpul, dan ia mengumumkan, bahwa ia akan memilih kaisar baru dari antara anak-anak muda itu. Mendengar itu, anak-anak muda itu pun terkejut bukan main! “saya akan memberi kalian masing-masing satu biji benih.” Lanjut sang Kaisar. “Ingat, hanya satu benih. Dan saya memberi kalian waktu satu tahun! Tahun depan, saya harap kalian datang kembali ke sini dan saya akan melihat apa yang sudah kalian hasilkan dari benih itu. Saya akan menilai tanaman yang kalian bawa. Siapa yang memiliki tanaman yang saya pilih, orang itulah yang akan menggantikan saya menjadi kaisar!” Di antara anak-anak muda itu, ada seorang anak bernama Ling. Ia pun pulang d...

Baru Arak-arakan Saja!

Seorang anak lelaki dengan penuh semangat memberitahu ayahnya, bahwa hari Sabtu nanti akan ada pertunjukan sirkus di kota. Ia bertanya, “Apakah aku boleh pergi untuk menonton sirkus, Ayah?” Mereka adalah keluarga miskin, tetapi sang ayah merasa tidak sampai hati mengecewakan wajah yang bersinar-sinar penuh harap itu. Maka ia pun mengijinkan, dengan syarat anak itu harus menyelesaikan semua tugas-tugasnya. Dan anak itu pun langsung berlari dengan riang mengerjakan tugas-tugasnya.... Ketika hari Sabtu tiba, pagi-pagi sekali ia sudah siap. Ia mengenakan pakaian terbaiknya, sepasang pakaian satu-satunya yang biasa dipakainya ke Sekolah Minggu, lalu menghadap ayahnya. Sang ayah memberinya uang dua puluh ribu rupiah dan melepaskannya pergi. Anak itu demikian gembiranya sehingga ia berlari seakan-akan kakinya tidak menyentuh tanah. Sesampainya di perbatasan, ia bertemu dengan parade sirkus. Waow! Ia memandang arak-arakan parade itu dengan takjub. Belum pernah ia melihat keramaian seperti i...