Langsung ke konten utama

Baru Arak-arakan Saja!

Seorang anak lelaki dengan penuh semangat memberitahu ayahnya, bahwa hari Sabtu nanti akan ada pertunjukan sirkus di kota. Ia bertanya, “Apakah aku boleh pergi untuk menonton sirkus, Ayah?” Mereka adalah keluarga miskin, tetapi sang ayah merasa tidak sampai hati mengecewakan wajah yang bersinar-sinar penuh harap itu. Maka ia pun mengijinkan, dengan syarat anak itu harus menyelesaikan semua tugas-tugasnya. Dan anak itu pun langsung berlari dengan riang mengerjakan tugas-tugasnya.... Ketika hari Sabtu tiba, pagi-pagi sekali ia sudah siap. Ia mengenakan pakaian terbaiknya, sepasang pakaian satu-satunya yang biasa dipakainya ke Sekolah Minggu, lalu menghadap ayahnya. Sang ayah memberinya uang dua puluh ribu rupiah dan melepaskannya pergi.
Anak itu demikian gembiranya sehingga ia berlari seakan-akan kakinya tidak menyentuh tanah. Sesampainya di perbatasan, ia bertemu dengan parade sirkus. Waow! Ia memandang arak-arakan parade itu dengan takjub. Belum pernah ia melihat keramaian seperti itu. Apalagi melihat secara langsung binatang-binatang buas, pemain band dengan pakaian warna-warni, orang-orang cebol dengan akrobat-akrobatnya, dan ia tertawa geli ketika pada bagian paling akhir arak-arakan itu muncul badut-badut dengan sepatu kebesaran, pakaian kedodoran, dan wajah dicat tebal. Anak itu merogoh sakunya lalu memberikan uangnya itu kepada salah seorang badut.... kemudian ia pun berlari pulang.... Apa yang terjadi? Rupanya, anak laki-laki itu mengira dia sudah melihat sirkus, padahal ia baru melihat arak-arakannya saja!
Seperti itulah banyak orang Kristen. Banyak orang yang hanya tertarik dengan mujizat-mujizat ilahi. Mereka bekerja keras, penuh semangat, dan lalu puas dengan keramaian orang-orang yang ada di sekitarnya. Mereka dengan takjub memandang keajaiban-kejaiban kasih Allah, dan mereka menyangka sudah melihat pertunjukan Allah. Padahal apa yang dilihatnya baru permulaannya saja...
Segala yang Allah lakukan di dalam kehidupan kita di dunia ini, baru permulaan, baru arak-arakannya saja. Pertunjukan yang sebenarnya belum tiba. Pertunjukan itu akan kita saksikan pada saat kedatangan Kristus yang kedua nanti. Karena itu, sambil menantikan kedatangan Tuhan tetaplah setia dalam perjalanan iman, bertekunlah dalam doa, dan tetaplah kerjakanlah keselamatan Anda, (Filipi 2:12).

Komentar

Fidelis R. Situmorang mengatakan…
Maranatha... : )

Mungkin serupa dengan kegembiraan menyaksikan atraksi yang dipertunjukan oleh tukang obat disini yaa...

Postingan populer dari blog ini

Dirhamku

ooo... kukira kau telah hilang blog ku sayang... secara tak sengaja kau kutemukan kembali. barangkali beginilah rasanya si wanita yang menemukan dirham yang hilang itu :D

Benih Sang Kaisar

Kata orang, di dunia ini tidak ada tempat bagi orang jujur. Benarkah? Coba Anda simak kisah berikut ini... Konon, ada seorang kaisar yang ingin mencari penggantinya. Tetapi dia tidak mau memilih dari para pembantu dekatnya atau bahkan dari anak-anaknya sendiri. Ia melakukan sesuatu yang lain. Kaisar itu memanggil semua anak muda di kerajaannya untuk berkumpul, dan ia mengumumkan, bahwa ia akan memilih kaisar baru dari antara anak-anak muda itu. Mendengar itu, anak-anak muda itu pun terkejut bukan main! “saya akan memberi kalian masing-masing satu biji benih.” Lanjut sang Kaisar. “Ingat, hanya satu benih. Dan saya memberi kalian waktu satu tahun! Tahun depan, saya harap kalian datang kembali ke sini dan saya akan melihat apa yang sudah kalian hasilkan dari benih itu. Saya akan menilai tanaman yang kalian bawa. Siapa yang memiliki tanaman yang saya pilih, orang itulah yang akan menggantikan saya menjadi kaisar!” Di antara anak-anak muda itu, ada seorang anak bernama Ling. Ia pun pulang d...