Langsung ke konten utama

Postingan

Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan!

Ada kisah mengenai sebuah keluarga yang hidup bahagia di sebuah kota kecil bernama Dakota. Meskipun kehidupan mereka sangat sederhana dan sang ibu tidak begitu sehat, tetapi para tetangga dapat melihat kemesraan kasih mereka, ketika ayah, Ibu dan kedua anak kecilnya berkumpul dan bersenda gurau di halaman rumah. Tidak jarang kehangatan keluarga itu mengundang senyum iri dari orang-orang lewat dan menyaksikan kebahagiaan mereka. Sampai suatu hari, entah siapa yang menghembuskannya, di desa itu tersebar fitnah yang mengatakan bahwa sang ayah tidak setia kepada istrinya. Fitnah itu akhirnya sampai ke telinga sang istri. Dan sang istri, akal sehatnya dikuasai oleh rasa cemburu sekaligus malu. Ia tidak tahan menanggung aib yang sebenarnya tidak ada.... Sehingga terjadilah peristiwa naas itu.... Pada suatu malam, ketika sang suami pulang ke rumah, tidak ada seorang pun yang menyambutnya di pintu, tidak ada senda gurau anak-anak, tidak ada bau harum masakan dari dapur – yang ada hanya rasa d...

Andai saja Aku Tahu

Suatu sore, saat hujan turun cukup deras, seorang ibu mendengar ada ketukan di pintunya. Rumahnya memang berada di dekat jalan, sehingga bila hujan-hujan seperti ini, ada saja orang yang singgah untuk berteduh. Dan itu membuatnya kadang-kadang jengkel, karena emper rumahnya menjadi kotor oleh lumpur di sepatu orang-orang itu. Dan...., kejengkelannya menjadi semakin besar ketika ia mendengar ketukan itu, “Apakah sekarang mereka mau masuk ke dalam rumah ini untuk berteduh?” gerutunya. Ibu itu membuka pintunya sedikit dan dengan kasar ia bertanya, “Apa yang Anda inginkan?” Di depan pintunya, berdiri seorang wanita setengah baya dengan titik-titik air di mantelnya, dan memohon, “Bolehkah saya meminjam payung?” “Tunggu sebentar,” ujar ibu itu. Lalu ia membanting pintu dan pergi mencari payung rusaknya. Payung itu sudah patah satu jerujinya dan berlubang-lubang. Dia membuka pintu sedikit dan menyorongkan payung itu. Wanita itu menerima payungnya, mengucapkan terima kasih dan meneruskan perja...

Wajah yang Baik dan Yang Jahat

Anda tentu sudah pernah melihat gambar Perjamuan Terakhir bukan? Itu adalah lukisan dari Seorang seniman terkemuka, yaitu Leonardo da Vinci. Lukisan itu memperlihatkan suasana Perjamuan Paskah yang terakhir kalinya yang Yesus lakukan dengan murid-murid-Nya sebelum Yesus ditangkap dan disalib. Kisahnya dapat Anda baca dalam Yohanes 13:1-30. Lukisan Leonardo itu telah ditirukan, dicopy dan disebarkan dalam berbagai versi ke seluruh dunia. Namun, ada satu kisah menarik di balik proses pembuatan lukisan itu. Konon, Leonardo menemui kesulitan untuk menggambarkan wajah Baik untuk Yesus dan wajah Jahat pada Yudas Iskariot..... Setelah lama mencari-cari, akhirnya dalam sebuah kebaktian di salah satu gereja di Roma, Leonardo melihat seorang anak muda anggota koor/paduan suara. Wajahnya lembut, bersinar-sinar penuh energi, dan memancarkan kasih yang memberi kehidupan. Anak muda itu bernama Pietro Badinelli. Tahun-tahun pun berlalu, Leonardo telah melukis wajah Yesus, juga semua murid, kecuali sa...

Tunggu, sebentar lagi!

Ini adalah kata-kata yang paling sering terdengar bila kita mengajak orang kembali ke jalan Tuhan, “Tunggu, sebentar lagi!” Waktu adalah sesuatu yang sama misteriusnya dengan masa depan. Anda mungkin tidak akan tahu apa artinya waktu semenit sampai Anda ketinggalan kereta karena terlambat satu menit. Saya pernah dengan penuh rasa kecewa memandangi bagian belakang bis favorit saya, sambil dalam hati saya mengumpat diri saya sendiri. Andai saya tidak kembali lagi untuk melihat tata rias saya, andai tadi saya tidak melambatkan langkah untuk memberesi isi tas saya penuh - pastilah bis itu bisa saya dapatkan. Padahal, kedua hal itu saya lakukan tidak lebih dari satu menit! Ketika terjadi peristiwa kebakaran Hotel di suatu kota pada dini hari tahun 1947, ada lebih dari 200 orang yang terluka parah, dan sekitar 60 orang korban jiwa. Dan di antara pada korban yang tewas itu, terdapat satu kisah tragis yang terjadi hanya beberapa menit sebelum kejadian. Sebelum api mengamuk, dari salah satu kam...

Tahun Yobel

“Gali lubang tutup lubang” adalah istilah yang pastilah tidak asing lagi di telinga kita. Seorang teman mengatakan, hampir tidak mungkin ia bisa menikmati gaji satu bulannya secara ful. Hari-hari yang paling ditunggu-tunggunya adalah hari ketika semua hutang-hutangnya terbayar lunas! Lebih baik lagi kalau hutang lunas tanpa harus membayar. Wah, tapi yang demikian itu serasa hanya ada dalam dongeng........katanya. Tetapi, tidak demikian halnya dengan umat Yahudi. Umat Yahudi memiliki tahun dimana semua hutang diputihkan. Tahun itu mereka sebut sebagai Tahun Yobel, yang diperingati setiap 50 tahun sekali. Dalam tahun itu, hutang-hutang dibatalkan, hukuman penjara dihentikan, tanah yang telah tersita atau tergadai dikembalikan kepada pemiliknya, dan setiap orang dari umat Israel saling menghapuskan kesalahan-kesalahan yang mungkin sudah tersimpan selama bertahun-tahun.... karena itulah maka Tahun Yobel ini juga mereka sebut sebagai tahun rahmat Tuhan. Wah, andaikan saja di negara kita pun...

Menjadikan hidup lebih hidup!

Ada sebuah iklan yang menjadikan kalimat ini sebagai jargonnya, “....membuat hidup lebih hidup!” Ungkapan ini mengandaikan bahwa ada hidup yang benar-benar hidup, dan ada hidup yang tidak hidup. Bahkan mungkin ada orang yang mati pada saat dia masih hidup! Dapatkan Anda merasakannya? Pernahkah Anda merinding oleh dinginnya hawa kematian dari seseorang yang tidak memiliki semangat hidup, dan sebaliknya, Anda bisa merasakan suatu energi kehidupan seakan mengaliri kehidupan Anda dari seseorang yang menghayati kehidupannya sebagai sebuah anugerah? Jikalau Anda merasakan ada sesuatu yang salah dalam hidup Anda, marilah memeriksa apakah di dalam diri Anda yang selama ini terikat dan mati? Anda mungkin masih hidup, bernapas dan bergerak, tetapi jiwa Anda, semangat Anda, dan roh Anda mati! Demikian juga dengan impian-impian Anda, semangat, cita-cita, kerinduan-kerinduan, serta harapan-harapan akan masa depan.... Anda terikat oleh keyakinan negatif yang Anda tidak begitu mengerti asal dan bentu...

Bebaskanlah dia!

Semua orang ingin bebas. Semua orang merindukan pengampunan dari kesalahan-kesalahan yang telah dibuatnya di masa yang lalu. Akan tetapi, tidak banyak orang yang mau dengan rela membiarkan orang lain menjadi bebas, bahkan banyak yang seolah-olah merasa puas bila melihat orang-orang tetap terikat dengan rasa bersalahnya, tertindih dalam beban kegagalan-kegagalannya. Satu pelajaran yang sangat menarik dapat kita petik ketika Yesus membangkitkan Lazarus dari kematian.... Kisahnya dapat Anda baca dalam Yohanes 11:1-44. Pada waktu Yesus memerintahkan untuk membuka kubur Lazarus, Marta, saudaranya, menyela dan berkata, “Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati”... Marta, sungguh-sungguh menangisi kematian saudaranya itu, tetapi ketika Tuhan mau mengembalikannya, ia menyela, “Wah, Tuhan, tunggu dulu. Tubuhnya sudah berbau.... kalau ia pulang, bagaimana aku nantinya? Adakah seseorang yang - ketika ia kembali ke dalam kehidupan Anda, Anda merasa harus berpikir dua kali untuk mener...